All for Joomla All for Webmasters

Cara Import / Eksport VirtualBox Appliance pada VirtualBox

Saya yakin anda sudah mengenal banyak tentang Aplikasi VirtualBox. VirtualBox dikenal sebagai salah satu Aplikasi yang mampu membuat Virtualisasi banyak Sistem Operasi kedalam Sistem Operasi Utama dikomputer kita. Teknologi virtualisasi sudah banyak diterapkan untuk membangun sebuah cloud server.

Didalam dunia pendidikan, Virtualisasi sangat membantu guru disekolah dan para akademisi untuk proses Pembelajaran terutama tentang Sistem Operasi.


Kemampuan lain yang dimiliki oleh VirtualBox adalah aplikasi ini juga menyediakan cara untuk mendistribusikan sistem operasi virtual yang sudah ter-install, ke mesin virtual lainnya pada beberapa komputer berbeda tanpa harus meng-install ulang. Fitur ini dinamakan VirtualBox Appliance. Dengan VirtualBox Appliance, akan sangat praktis jika ingin mendistribusikan sistem operasi yang sudah di-install dan dikonfigurasi dengan lengkap supaya pengguna yang hendak mencobanya tidak perlu melakukan instalasi.

Misalkan seorang guru dalam materi pembelajaran Jaringan menugaskan siswa-siswanya untuk menginstal Client Windows XP sebanyak 4 buah, dengan VirtualBox Appliance akan sangat membantu sekali. Siswa tinggal melakukan import VirtualBox Appliance sebanyak 4 kali dan tidak akan memakan waktu yang lama. Berdasarkan praktik yang penulis lakukan, lamanya waktu mulai meng-import sampai munculnya sistem operasi hanya memakan waktu 3 menit. Nah sangat cepat bukan ? Semua konfigurasi dan aplikasi yang ada di sistem operasi asal akan sama persis dengan sistem operasi hasil implementasi appliance.

Cara Eksport VirtualBox Appliance

1. Untuk meng-eksport VirtualBox Appliance, jalankan terlebih dahulu VirtualBox. Kemudian pada menu File pilih item Export Appliance atau dapat menekan tombol Ctrl+E pada keyboard.


2. Selanjutnya pilih OS Virtual apa yang akan dijadikan Appliance, lalu tekan tombol Next.


3. Tentukan nama, jenis file dan tempat penyimpanan hasil dari Appliance yang akan dibuat. Untuk jenis penyimpanan appliance yang diinginkan, terdapat 2 (dua) jenis file Appliance, yaitu format OVF dan OVA. Jika menggunakan jenis OVF, akan menyimpan appliance dalam beberapa file yang terpisah, sedangkan untuk jenis OVA akan menyimpan appliance dalam 1 (satu) file. Secara default, VirtualBox akan menyimpan appliance dalam format OVA. Untuk menjadikan jenis OVF, tinggal ubah .ova menjadi .ovf.


Langkah selanjutnya, klik tombol Next.

4. Proses berikutnya, VirtualBox akan menampilkan informasi dari appliance tersebut. Kita dapat mengganti informasi tersebut dengan cara meng-klik ganda pada item informasi yang tersedia. Jika sudah klik tombol Export.


5. Proses Eksport Appliance dijalankan dan akan menutup sendiri jika sudah selesai. Lamanya proses tergantung dari besarnya OS yang di eksport

Cara Import VirtualBox Appliance

1. Untuk meng-import VirtualBox Appliance, jalankan terlebih dahulu VirtualBox. Kemudian pada menu File pilih item Import Appliance atau dapat menekan tombol Ctrl+I pada keyboard.


2. Kemudian carilah file ova yang sebelumnya sudah dibuat. Lalu tekan tombol Open.


3. Langkah selanjutnya klik tombol Next.


4. Proses berikutnya, VirtualBox akan menampilkan informasi dari appliance tersebut. Kita juga dapat mengganti informasi atau menonaktifkan konfigurasi hardware yang sudah diatur pada appliance. Jika sudah klik tombol Import.


5. Proses Import Appliance dijalankan dan akan menutup sendiri jika sudah selesai. Lamanya proses tergantung dari besarnya OS yang di eksport.

Nah sekarang coba jalankan Appliance yang sudah di-import satu-persatu. Bagaimana hasilnya ?

I’m Teacher Vocational School. I interested in Computer, Networking, Web Design, Blogging and the Development of Computer Education.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *