Cara Mengaktifkan Safe Mode Untuk Troubleshooting Windows

Istilah Safe Mode tidak asing lagi bagi teknisi komputer. Mode ini merupakan mode startup yang digunakan untuk melakukan diagnosa ataupun troubleshooting terhadap kerusakan yang terjadi pada komputer dari sisi hardware ataupun software. Dalam Safe Mode, Sistem Windows akan dijalankan dengan kondisi minimal, artinya hanya menjalankan file-file dan driver-driver yang penting saja, seperti display, networking, dll.

Sebagian orang memang jarang menggunakan mode ini, mungkin karena letaknya yang tersembunyi sehingga sulit untuk diketahui. Safe Mode memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mengatasi masalah dengan salah installnya driver display, Virus, Hardware, Software, mengembalikan konfigurasi windows ke awal, dll.


Nah mau tahu cara untuk masuk ke Safe Mode? Cara yang dapat kita lakukan untuk masuk ke safe mode adalah dengan menekan Tombol F8 pada keyboard ketika proses booting akan dimulai (jangan sampai startup screen nya muncul duluan. Cara ini berlaku untuk semua versi windows. jika berhasil maka kita akan melihat tampilan layar seperti dibawah ini :

safemode01

Silahkan pilih opsi yang ingin anda pilih. Lalu tekan tombol enter.

Adapun penjelasan dari Windows Advanced Options Menu sbb :

  1. Safe Mode : merupakan mode startup windows yang hanya menjalankan konfigurasi minimal dari OS.

  2. Safe Mode with Networking : mode ini sama seperti safe mode hanya saja ditambahkan pembacaan driver jaringan sehingga kita bisa memanfaatkan jaringan (Networking)

  3. Safe Mode with Command Prompt : mode ini mirip dengan Safe Mode tetapi akan langsung mengaktifkan Command Prompt / MS-DOS Prompt, dengan asumsi kita mengerti akan semua perintah DOS.

  4. Enable Boot Logging : mode ini akan memerintahkan windows untuk membuat file Ntbtlog.txt ketika start up dan informasi start up tersebut akan disimpan di file tersebut. File ini biasanya disimpan di sistem root

  5. Enable VGA Mode : Mode ini akan menjalankan Windows dengan tampilan minimal seperti 640×480 atau 800×600.

  6. Last Known Good Configuration, menjalankan windows menggunakan informasi registry yang telah disimpan ketika terakhir shutdown. Gunakan jika kita salah mengubah konfigurasi sistem, atau ketika windows gagal masuk ke tampilan utama.

  7. Directory Services Restore Mode : mode yang digunakan untuk melakukan konfigurasi pada jaringan yang menggunakan Domain.

Hal apa yang terjadi ketika kita melakukan Safe Mode ?

Ada beberapa hal yang terjadi ketika boot di Windows Safe Mode dibandingkan dengan Standard boot :

  • Safe Mode tidak menjalankan file autoexec.bat atau file config.sys.

  • Sebagian besar driver tidak dijalankan. Hanya menjalankan driver yang dipentingkan saja untuk menjalankan WIndows.

  • Safe Mode hanya menggunakan grafis standar VGA yang kompatibel dengan semua perangkat kartu grafis yang ada.

  • Himem.sys, yang biasanya terdapat pada config.sys script, hanya dijalankan dengan opsi / testmem.

  • Windows boot menggunakan batch file bernama system.cb yang merupakan bagian dari system.ini file. File ini berguna untuk memanggil Virtual Device Drivers (VxDs) Windows yang digunakan untuk berkomunikasi dengan hardware komputer.

  • Windows hanya membaca file system.ini dan win.ini

  • Windows desktop hanya membaca 16 warna atau lebih dengan resolusi 640 x 480 dan menampilkan tulisan "Safe Mode" di setiap sudut Desktop.

safemode02

Apa saja manfaat Safe Mode

Sebenarnya apa saja manfaat dari Safe Mode ? Tentu saja cukup banyak yang bisa dilakukan dengan mode ini. Diantaranya adalah :

  • Memeriksa permasalahan yang berhubungan dengan Display (VGA). Ketika tampilan windows bermasalah, kita bisa di cek dengan memilih opsi “Enable VGA Mode”, jika berhasil dan tidak melihat masalah, kemungkinan masalah ada pada driver VGA. Jadi silahkan di download driver yang benar dari situsnya.

  • Mengembalikan pengaturan Ketika kita salah dalam mengatur Tampilan dari Windows, yang mengakibatkan munculnya pesan “Out of Frequency” pada Monitor. Tampilan yang normal buat Monitor CRT biasanya maksimum hanya pada Resulosi 1024 x 768 dengan screen refresh rate monitor 60 Mhz. Jika kita set lebih dari itu, maka monitor anda akan blank. Karena monitor CRT tidak bisa menerima pengaturan yang begitu tinggi.

  • Untuk Uninstall software yang sebelumnya menyebabkan komputer hang, error dan sebagainya. Kadang setelah di install program tertentu windows bermasalah, maka jika tidak bisa di uninstall melalui mode biasa gunakan Safe Mode.

  • Untuk Uninstall driver yang bermasalah atau yang tidak kompatibel dengan hardware yang kita gunakan.

  • Menonaktifkan aplikasi atau program tertentu jika kita merasa loading komputer menjadi lambat.

  • Menghapus file/virus yang tidak bisa melalui mode biasa. Sebagian antivirus masih bisa dijalankan di safe mode, dan bisa dicoba scan melalui safe mode. Kadang virus tidak berjalan di safe mode.

  • Menjalankan System Restore jika sebelumnya diaktifkan, sehingga kondisi sistem bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya.
  • Menjalankan berbagai fitur dari Control Panel, Administrative tools dan sebagainya.
  • Membuka Registry Editor, baik untuk memeriksa maupun untuk mengedit sebagian isinya.

Jadi manfaat dari Safe Mode ini sangat banyak bagi troubleshooting Komputer.

Cara Mengaktifkan Safe Mode Untuk Troubleshooting Windows
Written by: Oki Helfiska
Rating: 5
I'm Teacher Vocational School in SMK Labor Pekanbaru. I interested in Computer, Networking, Web Design, Blogging and the development of computer education.

Share This Post

Related Articles

2 Responses to “Cara Mengaktifkan Safe Mode Untuk Troubleshooting Windows”

  1. inra says:

    gan, ane ada masalah besar nih. seperti yg dijelasin diatas krna gk bisa instal normal. ane instal pake safe mode. tapi setelah selesai instal laptopnya malah mati. ane kira itu karna baru selesai instal. setelah ane tunggu dan dinyalakan kembali cuma lampunya yg nyala sebentar terus mati lagi. tak ada tanda kehidupan. ane nyalakan lagi, masih nyala bntar mati lagi!
    gannn please help me!
    itu kenapa? solusinya apa?

    • Oki Helfiska says:

      Maaf mas, telat balasnya. Kalo tampilan bios tidak muncul bisa dipastikan ada hardware yg rusak. Kalo kerusakan hardware tentu harus diliat dari dkt. Coba antar ke teknisi komputer..

Leave a Reply

Powered by WordPress · Powered by SEO